-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Prabumulih Identifikasi Perempuan Korban Tertabrak KA Batubara di Pangkul

9/07/2026 | September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T14:10:16Z


PRABUMULIH — WARTA NUSANTARA ONLINE

Polres Prabumulih bersama Polsek Cambai dan Tim Identifikasi atau Inafis Satreskrim Polres Prabumulih melakukan penanganan terhadap penemuan seorang perempuan yang diduga menjadi korban kecelakaan kereta api batubara rute Kertapati–Tanjung Enim di wilayah Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Senin (7/9/2026).

Korban diketahui bernama Ertasiah (52), warga Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari juga bekerja sebagai petani karet serta membuat kue untuk dititipkan di sejumlah warung.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar jalur rel kereta api KM 8 Desa Pangkul. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur.

Informasi awal diterima petugas dari Petugas Pengamanan Objek Vital Kereta Api (Polsuska) M. Runzul Fahmi. Sebelumnya, petugas tersebut memperoleh informasi dari masinis mengenai adanya kejadian di sekitar jalur kereta api.

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polres Prabumulih bersama Polsek Cambai dan Tim Identifikasi Inafis segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan pemeriksaan awal.

Tim Inafis Identifikasi Korban

Dalam proses penanganan di lokasi, petugas melakukan olah TKP, memeriksa kondisi serta posisi korban, mengamankan barang bukti yang ditemukan, melakukan dokumentasi, dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui kejadian.

Proses identifikasi kemudian dilakukan oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Prabumulih. Identitas korban berhasil diketahui melalui KTP yang ditemukan di dalam tas milik korban.

Setelah identitas korban diketahui, informasi tersebut diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pangkul Bripda Gilang untuk kemudian disampaikan kepada Kepala Desa Pangkul, Zakaria, serta pihak keluarga korban.

Setelah seluruh proses awal di lokasi selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kejadian

Kapolsek Cambai Kota Prabumulih IPTU Haryoni Amin, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa jajaran kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, melakukan olah TKP bersama Tim Inafis, mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Prabumulih AKP Jon Kenedi, S.H., M.Si., mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian. Seluruh tahapan penanganan TKP dan proses identifikasi telah dilakukan sesuai prosedur kepolisian,” ujar AKP Jon Kenedi.

Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, korban diduga berada di sekitar jalur rel sebelum kemudian tertabrak kereta api batubara rute Kertapati–Tanjung Enim.

Namun, kepolisian belum menyimpulkan secara pasti penyebab maupun kronologi lengkap kejadian. Proses pendalaman masih dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mencermati berbagai fakta yang ditemukan di lapangan.

Penyelidikan tersebut penting dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh dan menghindari kesimpulan yang terburu-buru mengenai penyebab kecelakaan.

Polres Prabumulih juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Jalur tersebut merupakan area berbahaya yang diperuntukkan bagi perjalanan kereta api sehingga masyarakat diminta menjaga jarak aman dan tidak berada di jalur perjalanan kereta.

Kepolisian berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan ketika berada di sekitar perlintasan maupun jalur rel kereta api.

Penanganan kasus ini masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil penyelidikan pihak kepolisian.

WARTA NUSANTARA ONLINE
“Menyajikan Fakta, Menginspirasi Bangsa.”

×
Berita Terbaru Update