-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wujudkan desa bersih, mahasiswa KKN PSDKU MBD hadirkan bak sampah di titik strategis desa yawuru

8/21/2026 | Agustus 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T02:35:46Z


WARTA NUSANTARA ONLINE | Maluku Barat Daya [22/08/26] – Isu kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan utama dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) salah satu cabang Universitas Pattimura di Maluku Barat Daya (MBD). Kali ini, para mahasiswa turun langsung ke Desa Persiapan Yawuru dengan membawa solusi konkret berupa penyerahan bantuan bak sampah untuk fasilitas umum.


Aksi ini menyasar lokasi-lokasi vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk area sekolah, lingkungan gereja, dan fasilitas publik lainnya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan institusi setempat, menandai komitmen bersama untuk mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.


Lebih dari Sekadar Tempat Sampah


Koordinator Kelompok KKN PSDKU MBD, menjelaskan bahwa strategi ini dipilih karena adanya kebutuhan mendesak akan infrastruktur pengelolaan sampah di titik-titik keramaian. Namun, kehadiran fisik bak sampah tidak berdiri sendiri.


"Kami menyadari bahwa menyediakan wadah saja tidak cukup. Oleh karena itu, kami menggandeng elemen masyarakat, mulai dari siswa sekolah hingga jemaat gereja, untuk membangun disiplin kolektif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua warga," ungkap Koordinator di sela-sela kegiatan.


Edukasi Pemilahan Sampah Jadi Kunci


Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa tidak hanya menyerahkan bantuan material. Mereka juga menggelar sesi sosialisasi interaktif mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Pendekatan edukatif ini mendapat respons hangat dari warga.


Kepala Desa Persiapan Yawuru, Nehemia Samloy, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, langkah proaktif mahasiswa ini selaras dengan visi desa untuk menjadi lebih tertata dan bersih.


"Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adak mahasiswa. Bukan hanya bantuannya yang bermanfaat, tetapi juga ilmu dan kesadaran baru yang mereka tanamkan. Ini adalah modal sosial yang berharga bagi keberlanjutan program kebersihan desa kami ke depannya," ujar Samloy.


Penulis : Thony Pohwain

×
Berita Terbaru Update