-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dukung ekonomi biru, KKP kirim 600kg bibit unggul ke Pulau luang.

8/22/2026 | Agustus 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T23:51:10Z


WARTA NUSANTARA ONLINE|TIAKUR, – Komitmen Pemerintah Pusat dalam mengembangkan potensi "Ekonomi Biru" di wilayah timur Indonesia kembali terbukti nyata. Pada Rabu (19/08/2026), 


Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menerima tahap kedua bantuan bibit rumput laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.


Bantuan berupa 600 kilogram bibit rumput laut jenis Eucheuma cottonii hasil kultur jaringan tersebut diserahkan oleh Satuan Kerja Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon kepada Dinas Perikanan Kabupaten MBD. Bibit-bibit unggul ini secara khusus dialokasikan untuk memberdayakan kelompok pembudidaya di Pulau Luang.


Kualitas Bibit Jadi Kunci Produktivitas


Kepala Dinas Perikanan Kabupaten MBD, Herdy D. Ubro, SE., MM., menekankan bahwa penggunaan bibit hasil kultur jaringan merupakan langkah strategis untuk mendongkrak kualitas panen. Berbeda dengan bibit konvensional, bibit kultur jaringan dikenal lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki tingkat pertumbuhan yang seragam.


"Ini bukan sekadar bantuan jumlah, tapi bantuan kualitas. Dengan bibit kultur jaringan, kami optimis para pembudidaya di Pulau Luang bisa menghasilkan komoditas rumput laut yang lebih bersih, kuat, dan tentu saja bernilai jual tinggi di pasar ekspor maupun domestik," ujar Ubro.


Dengan kedatangan batch kedua ini, total akumulasi bantuan bibit rumput laut kultur jaringan yang telah diterima Kabupaten MBD sepanjang tahun anggaran 2026 kini mencapai 1 ton. Angka ini menandai skala serius pemerintah dalam mentransformasi sektor perikanan budidaya di daerah tersebut.


Dampak Langsung bagi Kesejahteraan Pesisir


Penyaluran bantuan ini disambut positif sebagai upaya konkret mengurangi kesenjangan ekonomi di wilayah kepulauan. Herdy Ubro menyatakan bahwa fokus utama program ini adalah meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan.


"Kami berharap kelompok pembudidaya tidak hanya menerima, tetapi juga menerapkan teknik Good Aquaculture Practices (Cara Budidaya Ikan yang Baik). Sinergi antara teknologi bibit unggul dari pusat dan kearifan lokal pembudidaya akan menjadi kunci kesuksesan kita," tambahnya.


Pemerintah Kabupaten MBD melalui Dinas Perikanan berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan pendampingan pasca-penyaluran. Hal ini bertujuan memastikan bibit yang disalurkan tumbuh optimal dan memberikan dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat pesisir Pulau Luang khususnya, serta Kabupaten MBD pada umumnya.


Langkah kolaboratif antara Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI dan Pemkab MBD ini diharapkan menjadi model pengembangan perikanan berkelanjutan yang dapat direplikasi di pulau-pulau lain di wilayah Maluku Barat Daya.


Penulis : Thony Pohwain

×
Berita Terbaru Update