-->

Notification

×

Iklan

Iklan

KlASIS GPM BURU SELATAN BEKALI KOMPETENSI PULUHAN PENGASUH DI KLASSIS BURU SELATAN

8/18/2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T08:51:43Z


Buru, @Warta Nusantara id.I Sebanyak 62 pengasuh dari jemaat-jemaat seKlasis Buru Selatan Rayoan Timur mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang di gelar oleh Klasis GPM Buru selatan di Jemaat GPM Wamkana, yang akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut. (17/08/26)



Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendorong Para Pengasuh di Klasis GPM Buru Selatan untuk mengembangkan potensi diri. Sebab Pendidikan Formal Gereja (PFG) yang diselenggarakan mulai dari Batita, indria, anak kecil, anak tanggung dan Remaja sampai katekisasi. 




Klasis GPM Buru Selatan saat ini memberi perhatian kepada PFG dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas diri (Kapasitas) sebagai pengasuh SMTPI. Para pengasuh akan diajarkan metode mengajar yang tepat bagi anak-anak termasuk dalam diera digital yang terus berkembang.




 Dalam arahannya Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pendeta Wendhel F. Lesbassa M.Si menegaskan beberapa hal terkait dengan Pendidikan Formal Gereja:


1. Pendidikan Formal Gereja (PFG) yang diselenggarakan di Gereja Protestan Maluku (GPM) adalah bagian dari sistem pembinaan umat secara utuh. PFG merupakan salah satu bentuk didache (Pengajaran) gereja yang berlangsung secara sadar, terencana, sistematis dan terukur. Di dalam arti itu, PFG merupakan bagian dari tugas Pengajaran/Pendidikan Agama Kristen (PAK) dasar guna membentuk karakter dan kualitas iman warga gereja yakni Anak dan Remaja.



2. PFG berlangsung secara sadar. Artinya PFG merupakan bagian dari cara gereja menjalankan misi TUHAN yaitu untuk mengajarkan orang percaya tentang segala sesuatu yang diperintahkan TUHAN kepada para rasul/gereja (baca. Mat. 20:28b). Gereja sadar bahwa PFG dan fungsi PAK merupakan wujud pelaksanaan firman, Injil atau pengetahuan yang bersumber dari TUHAN. Sebagai proses sadar maka PFG penting dijalankan sambil terbuka pada Injil sebagai sumber inspirasi, dan konteks pengajaran yang menantang dan terus berubah. Dalam arti itu PFG harus dilaksanakan secara kreatif dan metodenya mesti lentur atau bisa beradaptasi dengan perubahan di dalam konteks (adaptable). 



3. Pendidikan formal gereja (PFG) harus mendapat perhatian khusus dan serius dari Majelis Jemaat, mulai dari proses bimbingan sampai alat kelengkapan dalam proses belajar mengajar. Pendidikan formal gereja di jemaat-jemaat harus terus dibenahi agar menjadi lebih baik.



4. Kegiatan ini akan berlangsung di 4 Rayon dalam Klasis. Rayon Timur, 17 – 19 Agustus 2026 di Jemaat GPM Wamkana, Rayon Pegunungan 20 – 22 Agustus 2026 di jemaat GPM Nusarua, Rayon Barat di Jemaat GPM Ewiri, 23 – 25 Agustus 2026 dan Rayon Pusat Klasis 26 – 28 Agustus 2026.



“Para pengasuh serius untuk mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan setelah kembali ke jemaat masing-masing akan membawa perubahan.” Ujarnya.





 Ia juga berharap kegiatan ini akan berjalan dengan baik, lancar, aman, dan sukses seturut hikmah dan kuasa Opolastala. 

Ingatlah selalu Motto kebesaran kita “Yako Seka, Apolos Tofa, OPOLASTALA da Huke Enewet”. Menutupya dengan harapan.


Editor : Thony Pohwain

×
Berita Terbaru Update