WARTA NUSANTARA INDONESIA | Lombok, 24 Juli 2026 – Dari Pulau Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid, lahir seorang ulama yang kiprah dakwahnya telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Sosok tersebut adalah Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB). Sebagai cucu dari Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan, TGB mewarisi semangat perjuangan dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Nama TGB tidak hanya dikenal di Nusa Tenggara Barat, tetapi juga di berbagai wilayah Nusantara. Melalui ceramah, kajian keislaman, hingga forum-forum nasional, ia terus menyampaikan pesan Islam yang mengedepankan kedamaian, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan. Kehadirannya di berbagai daerah selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang ingin memperoleh ilmu sekaligus motivasi dalam menjalani kehidupan.
Sejak kecil, TGB tumbuh dalam lingkungan keluarga ulama yang kuat dengan tradisi keilmuan Islam yang mendalam. Pendidikan agama yang ditempuhnya membentuk karakter sebagai pendakwah yang menguasai ilmu syariat sekaligus mampu memahami dinamika sosial masyarakat. Bekal tersebut menjadikan dakwahnya dikenal santun, argumentatif, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Dalam setiap ceramahnya, TGB tidak hanya membahas persoalan ibadah, tetapi juga sering mengangkat pentingnya pendidikan, toleransi, persatuan umat, serta semangat membangun bangsa. Ia menekankan bahwa Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam dan mengajak umat untuk menjadikan akhlak mulia sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas dakwah TGB semakin meluas. Undangan datang dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari masjid, pondok pesantren, perguruan tinggi, hingga forum keagamaan nasional. Ribuan jamaah kerap memadati lokasi kegiatan untuk mendengarkan tausiah yang disampaikannya.
Selain dikenal sebagai ulama, TGB juga pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat selama dua periode. Meski pernah memimpin pemerintahan daerah, aktivitas dakwah dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Hingga kini, ia terus aktif menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa.
Bagi masyarakat NTB, TGB merupakan salah satu putra terbaik daerah yang berhasil membawa nama Lombok ke tingkat nasional melalui kiprah dakwah, pendidikan, dan kepemimpinannya. Sosoknya dinilai mampu menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui keteladanan, pelayanan kepada masyarakat, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, dakwah yang mengedepankan ilmu, akhlak, moderasi, dan persatuan dinilai semakin relevan. Melalui pendekatan tersebut, TGB terus mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, serta menjadikan Islam sebagai sumber kedamaian dan solusi bagi kehidupan bermasyarakat.
Redaksi: WARTA NUSANTARA INDONESIA
24 Juli 2026
