WARTA NUSANTARA ONLINE | PALU — Sulawesi Tengah
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan energi secara bijak terus didorong melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi gaya hidup hemat energi yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Siranindi, Palu, Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut diikuti bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ibu Reny Lamadjido, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Ibu Sry Nirwanti Bahasoan, Penasihat DWP Kementerian ESDM Ibu Sri Suparni Bahlil, serta Pembina SERUNI Kabinet Merah Putih Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming.
Sosialisasi tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memahami bahwa penghematan energi bukan semata-mata persoalan mengurangi penggunaan listrik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun pola hidup yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa perubahan besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Mematikan lampu ketika tidak digunakan, menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan, serta menghindari penggunaan energi secara berlebihan merupakan langkah kecil yang dapat memberikan dampak apabila dilakukan secara bersama-sama.
“Saya percaya, perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Mematikan lampu yang tidak digunakan, menggunakan peralatan listrik secara bijak, hingga memilih pola hidup yang lebih efisien adalah langkah sederhana yang bisa kita lakukan bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Hemat Energi Dimulai dari Kebiasaan
Kesadaran untuk menggunakan energi secara bijak dinilai perlu ditanamkan tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat.
Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu, televisi, pendingin ruangan, maupun perangkat elektronik lainnya ketika tidak digunakan dapat menjadi bagian dari budaya hemat energi. Selain membantu mengurangi pemborosan, perilaku tersebut juga mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap penggunaan sumber daya yang tersedia.
Penghematan energi juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan. Penggunaan energi yang lebih efisien dapat menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, sosialisasi gaya hidup hemat energi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat menjadi penting untuk memperluas gerakan tersebut. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru, khususnya di kalangan generasi muda dan keluarga.
Pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut sederhana, namun memiliki makna besar: energi yang digunakan secara bijak hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga kehidupan dan lingkungan untuk generasi mendatang.
“Mari jadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup kita. Energi terjaga, lingkungan terpelihara, masa depan pun lebih baik.”
Melalui semangat kebersamaan tersebut, gerakan hemat energi diharapkan semakin tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat. Setiap individu memiliki peran, dan perubahan dapat dimulai dari tindakan paling sederhana di lingkungan masing-masing.
WARTA NUSANTARA ONLINE
“Menyajikan Fakta, Menginspirasi Bangsa.”
