Warta Nusantara Online | Langgur, – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menunjukkan komitmen serius dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional. Dengan memanfaatkan potensi kelautan yang melimpah, daerah ini menyiapkan pasokan protein hewani berupa ikan dengan target pengolahan mencapai 10 ton per minggu.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri rapat koordinasi persiapan teknis distribusi bahan pangan untuk program MBG, Senin (7/9/2026). Ia menjelaskan bahwa pemilihan ikan sebagai sumber protein utama didasari oleh ketersediaan sumber daya alam lokal serta pola konsumsi masyarakat setempat.
“Kami telah berkoordinasi intensif dengan kelompok nelayan dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) di berbagai kecamatan, khususnya di Kei Kecil dan Kei Besar. Target awal kami adalah mampu menyuplai 10 ton ikan segar dan olahan setiap minggunya ke dapur-dapur umum yang ditunjuk,” jelasnya.
Langkah ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga untuk memberdayakan nelayan lokal dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di sektor perikanan.
Untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan, Dinas Perikanan akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengawasan ketat akan dilakukan mulai dari proses penangkapan, penyimpanan, hingga distribusi ke titik-titik pelayanan MBG. Standar kebersihan dan kesegaran menjadi prioritas agar asupan gizi bagi anak sekolah dan ibu hamil dapat terserap secara optimal.
Selain ikan, menu MBG di Malra juga akan divariasikan dengan sumber protein lain seperti telur ayam kampung dan daging unggas lokal, serta karbohidrat berbasis kearifan lokal seperti umbi-umbian dan sagu.
Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, sebelumnya menegaskan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah itu.
“Dengan potensi laut kita yang luar biasa, tidak ada alasan bagi anak-anak Malra untuk kekurangan gizi. Program ini harus dijalankan dengan transparan, tepat sasaran, dan berkualitas,” tegas Bupati.
Rencananya, uji coba distribusi menu MBG yang mengandung protein ikan lokal akan dimulai secara bertahap di beberapa Sekolah Dasar (SD) dan Posyandu di Kecamatan Kei Kecil pada akhir September 2026, sebelum diperluas ke seluruh wilayah kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap, integrasi program MBG dengan potensi perikanan lokal ini dapat meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus menjadi penggerak baru bagi ekonomi perikanan yang berkelanjutan.
Editor : Thony Pohwain
