-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jalan Desa Sindangwangi Rp1 Miliar Belum Genap 2 Tahun Sudah Rusak Parah, Warga Keluhkan Tidak Bisa Dilalui Kendaraan Roda Empat

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T12:42:54Z

WartaNusantara.id – Jalan desa di Kampung Sindangwangi RT 001/005, Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang dibangun dengan anggaran Rp1 miliar dari APBD Kabupaten Bogor, kini kondisinya memprihatinkan dan tidak layak pakai, belum genap dua tahun sejak selesai dikerjakan.

Jalan yang terdiri dari pengaspalan dan pembangunan turap/tembok penahan tanah tersebut kini banyak mengalami keretakan, berlubang, bahkan ada bagian yang ambles. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat tidak bisa lagi melintas dengan aman, sehingga menyulitkan aktivitas warga sehari-hari, terutama saat mengangkut hasil tani dan keperluan mendesak.

 

Berdasarkan papan kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini dilaksanakan oleh TPK dan Masyarakat dengan anggaran sebesar Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) termasuk pajak, bersumber dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2022 dan tercatat sebagai Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa Tahun 2024. Spesifikasi yang tertulis di papan adalah pengaspalan sepanjang 1.120 meter dengan lebar 2,5 meter tebal 0,03 meter, serta turap sepanjang 360 meter lebar 2,75 meter tebal 0,35 meter, dengan target selesai dalam 120 hari kerja.

 


Pembangunan rampung dilaksanakan pada tahun 2024, namun kerusakan mulai terlihat kurang dari satu tahun setelahnya dan semakin parah hingga saat ini, Juli 2026.


Tepatnya di wilayah Kampung Sindangwangi RT 001/005, Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

 

Warga menduga kerusakan cepat ini disebabkan oleh kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi yang dijanjikan, serta pengerjaan yang tidak sesuai standar. Masyarakat mempertanyakan daya tahan jalan yang seharusnya mampu bertahan bertahun-tahun, namun justru rusak dalam waktu sangat singkat padahal menggunakan dana publik yang besar.

 

"Warga sangat keberatan, kami berharap jalan ini memudahkan mobilitas, tapi malah jadi beban. Mobil barang dan kendaraan warga tidak bisa lewat, kami berharap pihak berwenang segera meninjau, mengevaluasi kualitas pembangunan, dan memperbaikinya secepatnya," ujar salah satu warga pengguna jalan. Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak desa maupun dinas terkait terkait kerusakan jalan tersebut.

 

Dokumen ini disebarkan untuk kejelasan informasi publik, diharapkan menjadi perhatian seluruh pihak terkait demi perbaikan dan pelayanan publik yang lebih baik.

(Yoyon sution)

×
Berita Terbaru Update