WARTA NUSANTARA INDONESIA | Lombok Tengah, 22 Juli 2026 – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal dengan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Peresean yang digelar di Plaza Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
Festival Peresean menghadirkan salah satu kesenian tradisional paling ikonik milik masyarakat Sasak, yaitu pertunjukan adu ketangkasan menggunakan rotan (penjalin) dan perisai kulit kerbau (ende). Atraksi budaya tersebut diiringi tabuhan musik tradisional yang menciptakan suasana khas Lombok. Peresean bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam tentang keberanian, sportivitas, persaudaraan, serta semangat menjaga kehormatan.
Melalui dukungan terhadap festival ini, ITDC menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pelestarian warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat lokal.
Perwakilan ITDC menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
"ITDC berkomitmen penuh untuk terus mendorong agar budaya asli Nusa Tenggara Barat, termasuk seni Peresean, dapat terus lestari, berkembang, dan dikenal luas, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara," ujar perwakilan ITDC.
Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan Mandalika sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia. Kehadiran berbagai atraksi budaya diyakini mampu memberikan pengalaman yang lebih autentik bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Festival Peresean juga menjadi wadah bagi para pelaku seni tradisional untuk terus berkarya dan mewariskan budaya kepada generasi muda. Dengan semakin seringnya penyelenggaraan kegiatan budaya di kawasan Mandalika, diharapkan minat generasi muda terhadap seni tradisional tetap terjaga sehingga warisan budaya Sasak tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Selain menjadi sarana hiburan dan edukasi budaya, festival ini turut memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lokal. Kehadiran wisatawan diperkirakan mampu meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, pedagang, pengrajin, serta sektor jasa lainnya yang berada di sekitar kawasan Mandalika.
ITDC juga menegaskan bahwa konsep pembangunan Mandalika selalu mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan, yakni pembangunan yang selaras antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, kawasan Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata internasional, tetapi juga menjadi pusat pelestarian budaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Melalui Festival Peresean, ITDC berharap budaya Sasak semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi wisata yang kaya akan tradisi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Penulis: Usman Jayadi
Redaksi: WARTA NUSANTARA INDONESIA
22 Juli 2026
