WARTA NUSANTARA INDONESIA | Lombok Tengah, 21 Juli 2026 – Di tengah perhatian masyarakat terhadap sejumlah persoalan yang melibatkan beberapa pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat (NTB), Divisi Sosial KASTA NTB melakukan kunjungan silaturahmi dan kegiatan sosial ke Pondok Pesantren Alhafiziah Masjuring, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus dukungan moral kepada para santri, pengurus pondok pesantren, dan seluruh pihak yang terdampak oleh berbagai dinamika yang terjadi.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Sosial KASTA NTB, Baiq Susiana, S.H., bersama rombongan. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengurus pondok pesantren dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Baiq Susiana menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan hanya sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, tetapi juga untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada para santri agar tetap fokus menuntut ilmu serta menjaga semangat dalam menjalani pendidikan.
"Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada keluarga besar pondok pesantren. Kami berharap seluruh santri dan pengurus tetap semangat serta terus menjaga nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi," ujarnya.
Divisi Sosial KASTA NTB juga mengajak masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun di ruang publik. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
KASTA NTB menegaskan bahwa setiap persoalan yang sedang ditangani aparat penegak hukum harus diberikan ruang untuk diproses secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Organisasi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak memberikan penilaian sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap.
Selain itu, rombongan Divisi Sosial KASTA NTB juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh korban yang terdampak dalam berbagai peristiwa memperoleh kesembuhan, kekuatan, dan perlindungan. Mereka juga berharap keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan, sementara semua pihak yang terdampak dapat melewati situasi tersebut dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan.
KASTA NTB turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, agar tidak mendapat stigma negatif akibat ulah oknum tertentu. Menurut mereka, pondok pesantren selama ini telah menjadi salah satu pilar penting dalam membangun pendidikan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Meski demikian, KASTA NTB menilai bahwa setiap lembaga pendidikan tetap perlu terus meningkatkan pengawasan internal, memperkuat sistem perlindungan anak, mencegah segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying), serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan humanis bagi seluruh peserta didik.
Melalui kegiatan sosial ini, Divisi Sosial KASTA NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, sosial, dan pemberdayaan. Organisasi tersebut berharap sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, aman, dan berkeadilan bagi seluruh generasi muda di Nusa Tenggara Barat.
Wartawan: Thony K
Redaksi WARTA NUSANTARA INDONESIA
21 Juli 2026
