WARTA NUSANTARA | Opini
Peluit panjang final Piala Dunia 2026 seolah menjadi penanda berakhirnya satu era dalam sejarah sepak bola dunia. Kekalahan Argentina dari Spanyol memang menyisakan duka bagi jutaan pendukung Albiceleste, tetapi di balik hasil tersebut, sorotan terbesar justru tertuju kepada satu nama: Lionel Messi.
Banyak yang bertanya, apakah ini benar-benar akhir perjalanan Messi di Piala Dunia?
Jika melihat usia dan perjalanan kariernya, kemungkinan besar jawabannya adalah ya. Namun, berakhirnya perjalanan di Piala Dunia bukan berarti berakhir pula kisah seorang legenda.
Messi telah memberikan segalanya untuk Argentina. Ia merasakan pahitnya kekalahan di final Piala Dunia 2014, bangkit dari berbagai kritik, lalu mengantarkan negaranya menjadi juara dunia pada 2022. Kini, pada Piala Dunia 2026, ia kembali membawa Argentina hingga ke partai puncak. Meski gagal mengangkat trofi untuk kedua kalinya, perjuangannya tetap layak dikenang.
Sepak bola dunia mungkin akan kehilangan sosok yang selama dua dekade menjadi inspirasi jutaan anak-anak untuk bermimpi. Sosok yang mengajarkan bahwa kerja keras, kesabaran, dan kerendahan hati mampu mengalahkan segala keterbatasan.
Lionel Messi bukan hanya pemain hebat karena gol, assist, atau deretan trofi yang ia raih. Ia menjadi legenda karena kesetiaannya kepada tim nasional, dedikasinya yang tak pernah pudar, dan kemampuannya bangkit dari setiap kegagalan.
Jika benar final Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhirnya di ajang terbesar sepak bola dunia, maka dunia tidak hanya melepas seorang pemain, tetapi juga menutup bab penting dalam sejarah olahraga.
Namun satu hal yang pasti, nama Lionel Messi tidak akan pernah benar-benar meninggalkan sepak bola. Selama masih ada anak yang bermain bola di lapangan kecil sambil mengenakan nomor 10 dan bermimpi menjadi seperti dirinya, warisan Messi akan terus hidup.
Legenda boleh berhenti bermain, tetapi kisahnya akan terus dikenang sepanjang masa.
Redaksi WARTA NUSANTARA
20 Juli 2026
