-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pintu Bisa Dikunci, Tapi Pikiran Tidak Akan Pernah Terbatas"

Selasa, 28 Juli 2026 | Juli 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-28T10:08:45Z



SADENG KOLOT – Aktivis dari komunitas ERALUFUS menyampaikan pesan yang mendalam tentang kebebasan berpikir dan keterbukaan informasi, Selasa (28/7/2026). Dengan semboyan khasnya "Pintu Bisa Dikunci, Tapi Pikiran Tidak", mereka menegaskan bahwa upaya membatasi ruang gerak atau akses tidak akan mampu mematikan kesadaran dan pemikiran kritis masyarakat.

 

Perwakilan ERALUFUS menyampaikan, kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan semata, melainkan peringatan bahwa setiap orang memiliki hak alami untuk berpikir, mempertanyakan, dan menyuarakan kebenaran.

 

"Kita bisa saja menutup dan mengunci pintu rapat-rapat, tapi kita tidak akan pernah sanggup mengunci apa yang ada di dalam pikiran seseorang. Pemikiran yang benar dan kesadaran yang tumbuh akan terus mengalir, menembus batas apapun yang dibangun," ujar perwakilan ERALUFUS.

 

Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap berpegang pada prinsip kebenaran, berani menyuarakan apa yang menjadi hak bersama, dan tidak gentar meski dihadapkan pada berbagai hambatan.

 

"Kebenaran dan suara nurani tidak akan pernah bisa dipenjara. Sepintar apapun kita mengunci pintu, seluas apapun tembok yang dibangun, pikiran yang berakal sehat akan tetap menemukan jalannya untuk menyampaikan yang hak dan menolak yang bathil," tambahnya.

 

Pesan ini disampaikan sebagai pengingat bersama untuk terus menjaga semangat kritis, saling menghargai perbedaan pandangan, dan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab di tengah masyarakat.

YOYON SUTION

×
Berita Terbaru Update